Senin, 22 Februari 2010

My Name Is Khan...i thinks its a good movie...^^


Malam minggu lalu, aku merelaksasi diriku sejenak setelah melewati malam-malam sebelumnya dengan berbagai hal tentang skripsi, LBM, Bab.1 dan teman-temannya itu. Daripada pergi nongkrong ke tempat-tempat yang penuh keramian dan hiruk pikuk aku lebih memilih untuk stay di kos dan mulai memilih 1 DVD yang baru ku beli siangnya. Dan ku temukan “My Name is Khan” untuk ku tonton. Hmmm…pertama nya agak underestimate krn itu film India. Tapi aku membelinya karena itu film baru dan baru diputar midnite di bisokop-bioskop dan karena pemeran utamanya adalah Sharuk Khan dan Kajol. 2 bintang India yang mulai tenar 1 dekade silam, but sekarang mereka bertemu lagi dalam 1 scene yang sama dan BARU.

Penasaran, sontak aku langsung menontonnya. Dan GREAT WOW!! I love this movie.

Film ini bagus banget. And I offer rate out 8,5 of 10. hehe…

Sempat terkecoh di awal-awal scene. I guess ini film kisah cinta biasa or dramatical story dengan sedikit bumbu perbedaan kebudayaan antara Amerika dan India.

But, di pertengaham scene hingga akhir film ini di luar dugaan merepresentasikan banyak hal. Film ini sarat dengan pesan moral, kemanusiaan, representasi kebudayaan bahkan center of plot sebenarnya adalah tentang politik dimana di dalamnya nampak representasi terorisme, konspirasi agama, dan juga rasialisme.

Berawal dari Rizwan (Sharuk Khan), seorang pemuda muslim asal India yang menderita Asperger's syndrome, kelainan yang membuatnya jadi sulit berinteraksi dengan kebanyakan orang. Rizwan kemudian memutuskan untuk pindah ke San Fransisco, Amerika Serikat, untuk mengadu nasib di negeri yang kata orang adalah tanah impian ini. Di San Fransisco ini pula Rizwan bertemu Mandira (Kajol), wanita Hindu asal India, yang juga tinggal di sana.

Meski mendapat tentangan dari kedua belah pihak keluarga, kedua anak muda ini memutuskan untuk menikah dan memulai bisnis mereka sendiri. Di saat impian mulai terwujud, peristiwa tragis 11 September menghancurkan mimpi-mimpi indah mereka berdua. Mandira yang tak sanggup menanggung beban disebut teroris dan ini membuat pernikahan Rizwan dan Mandira akhirnya berantakan.

Dengan tujuan merebut kembali hati wanita yang sangat dicintainya ini, Rizwan kemudian mengambil keputusan besar untuk melakukan perjalanan keliling Amerika Serikat. Setibanya di bandara LAX, Los Angeles, Rizwan ditangkap petugas karena tingkah lakunya yang sedikit aneh dianggap sebagai tindakan mencurigakan oleh para petugas. Disini segala pelik kehidupannya sebagai warga India di Amerika Serikat di mulai dan dia mengalami banyak pengalaman tak terduga hingga membuat kehidupannya berbalik 180 derajat.

Bagiku sendiri, Sharuk Khan totalized banget memerankan sosok pria dengan keterbelakangan mental karena syndrome asperger semacam gejolak autisme. Kajol juga terlihat cantik dan dewasa. Aku lebih suka Kajol sekarang ketimbang saat masa mudanya dia naik daun seperti dalam Kuch-Kuch Hotta Hai.

Karan Jiran sebagai sang sutradara sepertinya mampu mensejajarkan pesan moral di bawah 2 kebudayaan yang berbeda yaitu India dan Amerika.

Beberapa scene sempat membuatku terenyuh dan menitikkan air mata. Seperti saat anak Mandira yang bernama Sam meninggal karena konspirasi agama orang sekitar mengenai kedua orang tua nya. Lalu saat Khan di usir oleh Mandira dan saat Khan bertemu mama Jenny di tempat pengungsian di Gerogia setelah terjadi badai. Adegan-adegan tersebut membuatku terharu. T_T

Film berdurasi hampir 2,5 jam ini berhasil menggugah otakku untuk tidak hanya menonton, namun juga mengajakku berpikir dan menganalisa makna dan tanda di baliknya. Dari segi autisme, cuplikan adegan pengeboman WTC 11 September, konspirasi agama hindhu, islam, dan kristiani sampai bencana alam di Georgia. Pengemasan film ini bagus walaupun tidak sepenuhnya base on true story but at least mencerminkan itu.

Btw, salah satu pesan yang sempat melintas di benakku adalah bahwa seorang biasa dengan segala keterbatasan pun ternyata bisa bertemu presiden Amerika, pemimpin negara adi kuasa itu bahkan menjadi inspirasi seluaruh warga Amerika untuk pesan kemanusiaan dan moral mengenai diskriminasi SARA (Suku, Agama, dan Ras).

Jadi inget juga sama kasus nya mbak Prita Mulyasari yang dari orang kecil sekarang menjadi besar dan inspirasi semua orang akan keadilan, perjuangan hak dan kebenaran. Dari dukungan orang-orang kecil yang berjumlah besar menjadikan from nothing become something. Hehe...

T.O.P B.G.T lah film ini.

Sempet merasa lucu juga pas liat pemeran Obama. Ga mirip ah...(miripan yang dari Indoensia tu sapa namane? Obrama pa sapa tu? Huehe....)

Over all, TWO THUMBs UP buat film ini. Hehe…moga-moga industri perfilman Indonesia terinspirasi untuk buat film inspiratif kayak gini berdasarkan sejarah dan realitas sosial yang terjadi di masyrakat.

Go Indo ^^v

Tidak ada komentar: